Beranda ยป Mimisan pada Anak: Langkah Pertama yang Benar ala SMPN 4 Blitar

Mimisan pada Anak: Langkah Pertama yang Benar ala SMPN 4 Blitar

Melihat darah keluar dari hidung buah hati secara tiba-tiba sering kali membuat orang tua merasa panik dan cemas. Kondisi yang secara medis disebut epistaksis ini memang tampak menakutkan, namun sebagian besar kasus mimisan pada anak sebenarnya bersifat ringan dan bisa ditangani sendiri di rumah tanpa perlu prosedur rumah sakit yang rumit. Melalui program edukasi kesehatan, para siswa SMPN 4 Blitar membagikan panduan mengenai langkah-langkah pertolongan pertama yang benar agar tidak terjadi kesalahan fatal yang justru sering dilakukan oleh masyarakat awam.

Salah satu kesalahan yang paling umum terjadi adalah instruksi untuk mendongakkan kepala anak ke belakang dengan harapan darah berhenti mengalir. Siswa di Blitar menekankan bahwa tindakan ini sangat berbahaya. Saat kepala didongakkan, darah tidak berhenti keluar, melainkan mengalir kembali ke arah tenggorokan. Hal ini dapat menyebabkan anak tersedak, memicu batuk, atau bahkan darah masuk ke saluran pencernaan yang menyebabkan iritasi lambung dan muntah. Oleh karena itu, posisi pertama yang benar adalah meminta anak untuk duduk tegak dan sedikit menundukkan kepala ke arah depan.

Posisi duduk tegak berfungsi untuk menurunkan tekanan darah pada pembuluh darah di hidung, sehingga perdarahan dapat lebih cepat berkurang. Setelah anak dalam posisi menunduk, mintalah mereka untuk menjepit bagian cuping hidung (bagian lunak di bawah tulang hidung) menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Lakukan penekanan ini secara stabil selama 5 hingga 10 menit tanpa dilepas-lepas. Selama hidung dijepit, instruksikan anak untuk bernapas melalui mulut dengan tenang. Penekanan langsung pada sumber perdarahan adalah metode paling benar dan efektif dalam menghentikan pecahnya pembuluh darah kapiler di area tersebut.

Siswa SMPN 4 Blitar juga menyarankan pemberian kompres dingin pada pangkal hidung atau dahi. Suhu dingin akan membantu proses vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah, yang secara alami akan memperlambat aliran darah. Penting untuk diingat agar tidak memasukkan tisu, kapas, atau daun sirih yang tidak steril ke dalam lubang hidung secara paksa (tamponade mandiri). Meskipun daun sirih dikenal memiliki zat aktif yang membantu pembekuan, penggunaan yang tidak higienis justru berisiko menimbulkan infeksi sekunder pada membran mukosa hidung anak yang sensitif.

admin

Kembali ke atas