Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mulai ditanamkan sejak dini melalui berbagai proyek sains yang inovatif di lingkungan pendidikan. Di SMPN 4 Blitar, para siswa berhasil menciptakan solusi cerdas untuk mengatasi gangguan serangga di taman sekolah dengan memanfaatkan bahan-bahan organik di sekitar mereka. Inovasi ini bertujuan untuk mengganti ketergantungan pada zat kimia berbahaya yang seringkali memberikan dampak negatif bagi kesehatan jangka panjang. Selain berfokus pada kelestarian lingkungan, sekolah juga sangat memperhatikan kesehatan internal siswa, termasuk edukasi mengenai bahaya gula berlebih agar mereka tetap sehat dan memiliki daya fokus yang tajam saat bereksperimen. Melalui pembuatan pembasmi hama alami ini, siswa belajar untuk menghargai kearifan lokal sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan alam secara praktis dan bermanfaat.
Proses pembuatan pestisida organik ini melibatkan pemanfaatan limbah dapur seperti kulit bawang, cabai, dan daun pepaya yang difermentasi. Bahan-bahan ini mengandung senyawa alami yang tidak disukai oleh serangga perusak tanaman namun tetap aman bagi tanah dan manusia. Di SMPN 4 Blitar, proyek ini menjadi bagian dari kurikulum berbasis lingkungan yang mengajak siswa untuk berpikir kritis terhadap masalah di sekitarnya. Penggunaan bahan Pembasmi Hama yang ramah lingkungan memastikan bahwa air tanah di sekitar sekolah tidak tercemar oleh residu kimia, sehingga ekosistem kecil di taman sekolah tetap seimbang. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi pertanian sederhana dapat diterapkan oleh siapa saja dengan biaya yang sangat terjangkau.
Eksperimen ini memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa dalam memahami reaksi kimia alami dan siklus hidup organisme. Mereka tidak hanya belajar secara teoretis melalui buku, tetapi juga melakukan pengamatan langsung terhadap efektivitas formula yang mereka buat. Hal ini melatih ketelitian dan kesabaran, karena proses alami membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan bahan kimia instan. Namun, hasil yang diperoleh jauh lebih berkelanjutan dan tidak merusak struktur tanah dalam jangka panjang. Tanaman di sekolah menjadi lebih subur secara alami tanpa terpapar racun yang bisa membahayakan serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu.
