Kota Blitar memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan sosok Bapak Bangsa, Ir. Soekarno. Hal inilah yang mendasari program Bung Karno Leadership di sekolah-sekolah setempat, termasuk di lingkungan SMPN Blitar. Program ini dirancang bukan hanya sebagai pelajaran sejarah di dalam kelas, melainkan sebagai sebuah laboratorium pembentukan karakter bagi para siswa untuk menyerap semangat perjuangan dan pemikiran besar sang Proklamator. Di tengah gempuran budaya global, menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada budaya bangsa sendiri menjadi sangat krusial agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dan tetap memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air.
Aspek utama dalam kurikulum Leadership ini adalah pengembangan kemampuan berbicara di depan umum dan keberanian dalam menyampaikan gagasan yang visioner. Siswa diajarkan bagaimana Bung Karno menggunakan kekuatan kata-kata untuk menyatukan perbedaan suku dan agama di seluruh nusantara. Melalui simulasi pidato dan diskusi kelompok, para pelajar dilatih untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Pemimpin masa depan tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang kuat, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokoh-tokoh besar bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Nilai nasionalisme yang diajarkan dalam program ini diaplikasikan melalui tindakan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat. Siswa didorong untuk mengambil peran dalam organisasi kesiswaan yang demokratis, menghargai pendapat orang lain, dan selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Di SMPN Blitar, semangat ini diwujudkan melalui berbagai proyek pengabdian masyarakat, di mana siswa turun langsung membantu warga yang membutuhkan atau menginisiasi gerakan pelestarian budaya lokal. Dengan memahami konteks sejarah di tempat mereka tinggal, para siswa merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan api perjuangan Bung Karno dalam menjaga kedaulatan bangsa di era modern.
Keberadaan makam sang proklamator di kota yang sama memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan refleksi secara berkala mengenai makna pengabdian tanpa pamrih. Program ini diharapkan mampu mencetak pemimpin-pemimpin muda yang memiliki integritas tinggi dan dedikasi untuk memajukan daerahnya masing-masing.
