SMPN 4 Blitar menjelma menjadi teladan pendidikan lingkungan melalui inisiatif Blitar Green School. Sekolah ini secara serius mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Proyek P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang berfokus pada Pemanfaatan Sampah Organik. Program ini tidak hanya mendidik siswa tentang isu keberlanjutan, tetapi juga melatih mereka untuk menjadi agen perubahan yang kreatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Blitar Green School: Pendidikan Berbasis Lingkungan
Konsep Blitar Green School bertujuan mengubah sekolah menjadi laboratorium hidup di mana siswa dapat mempraktikkan langsung pengetahuan mereka tentang ekologi dan manajemen limbah. Isu sampah, terutama Sampah Organik, menjadi masalah utama di banyak perkotaan. SMPN 4 Blitar memanfaatkan tantangan ini sebagai materi pembelajaran utama dalam Proyek P5.
Pendekatan ini menjauhkan siswa dari pembelajaran pasif. Mereka tidak hanya diajarkan untuk memilah sampah, tetapi juga memahami siklus hidup limbah dan bagaimana mengembalikannya ke alam secara bermanfaat. Filosofi di balik Blitar Green School adalah menanamkan kesadaran bahwa masalah lingkungan adalah tanggung jawab semua orang, dan solusi dimulai dari lingkungan terdekat.
Proyek P5 Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik
Inti dari program ini adalah implementasi Proyek P5 Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik. Siswa dari berbagai tingkatan diwajibkan berpartisipasi dalam proyek kolektif yang mengolah limbah organik yang dihasilkan dari kantin dan lingkungan sekolah.
Kegiatan utama dalam Proyek P5 Pemanfaatan Sampah Organik ini meliputi:
- Pembuatan Kompos Takakura: Siswa belajar mengolah sisa makanan dan daun kering menjadi kompos menggunakan keranjang Takakura, yang kemudian digunakan untuk menyuburkan kebun sekolah.
- Budidaya Maggot BSF: Sampah sisa sayuran dan buah diolah menjadi pakan untuk larva Black Soldier Fly (BSF). Larva ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan tetapi juga menghasilkan sumber protein tinggi yang dapat dijual atau digunakan sebagai pakan ikan.
- Pembuatan Eco-Enzyme: Siswa mengolah sisa kulit buah menjadi cairan pembersih serbaguna yang ramah lingkungan.
Melalui Proyek P5 Pemanfaatan Sampah Organik, siswa tidak hanya belajar sains (biologi dan kimia), tetapi juga kewirausahaan, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Proyek ini benar-benar mewujudkan dimensi Profil Pelajar Pancasila: Bergotong royong dan Berakhlak Mulia kepada alam.
Hasil Nyata dan Dampak Komunitas
Keberhasilan Blitar Green School terlihat dari berkurangnya volume sampah yang harus dibuang ke TPA. Sekolah kini dapat mengelola hampir 70% sampah organiknya sendiri. Hasil kompos, maggot, dan eco-enzyme bahkan mulai dipasarkan ke lingkungan sekitar, memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang ekonomi sirkular.
